Single Blog Title

This is a single blog caption
9 Mar 2015

Pameran Produk & Karya Inovasi CITA ITB

Pameran produk dan karya inovasi, berlangsung dari tanggal 2-3 Maret 2015 bertempat di Aula Timur ITB. Pameran ini merupakan rangkaian dies natalis ITB yang ke – 56.

data1

Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi (CITA-ITB)  menampilkan 4 buah produk penelitian yaitu: Modul pemanen energi langkah manusia, Prototipe sistem kontrol dan monitoring pencahayaan alami di lorong saraga ITB, Sistem kontrol penjejak surya, dan operator traning simulator.

1. Modul Pemanen Energi Langkah Manusia

Berbagai aktivitas manusia menimbulkan tekanan dan getaran yang sangat besar potensi panen energinya. Prototipe ini merupakan modul untuk memanen energi dari tekanan yang disebabkan oleh langkah manusia di atasnya.  Modul ini mengandung transduser piezoelektrik yang menghasilkan tegangan listrik bila mendapatkan tekanan maupun mengalami defleksi. Modul ini dilengkapi dengan konverter dan sistem pengisian batere untuk penyimpanan energi bagi keperluan-keperluan listrik arus searah skala kecil.

1

2. Prototipe Sistem Kontrol dan Monitoring Pencahayaan Alami di Lorong Saraga ITB

Lorong Saraga adalah lorong yang menghubungkan antara kampus ITB dengan Sabuga (Sasana Budaya Ganesha). Saat ini, lorong tersebut diterangi lampu TL (neon) yang menyala selama jam kerja. Padahal, lorong saraga ITB sebenarnya mempunyai lubang cahaya matahari yang dilengkapi cermin-cermin pengarah cahaya. Namun, cermin-cermin tersebut belum diberdayakan untuk memantulkan maupun membiaskan cahaya untuk menerangi lorong pada waktu siang hari. Untuk merevitalisasi fungsi cermin tersebut sebagai pengarah cahaya alami dalam lorong, maka dibangunlah prototipe sistem kontrol dan pemantauan pencahayaan alami ini menggunakan mikrokontroller dan dilengkapi dengan antarmuka komputer. Dengan perangkat ini, pengguna dan pengambil keputusan dapat mendisain sistem pengarah cahaya alami yang efektif untuk lorong Saraga.

2

3. Sistem Kontrol Penjejak Surya

Posisi Indonesia yang terletak di khatulistiwa menyebabkan posisi matahari relatif berpindah-pindah dari Selatan di sekitar bulan Oktober – Maret dan di Utara sekitar bulan April -September.  Karena itu, sistem penyimpan energi surya di Indonesia membutuhkan sistem penggerak panel yang dapat memposisikan diri sehingga mendapatkan sinar matahari yang optimum sepanjang hari dan sepanjang tahun. Prototipe ini berupa sistem penyimpanan energi surya yang dilengkapi sistem kontrol untuk menggerakkan panel surya pada sumbu Utara-Selatan serta Barat-Timur untuk mendapatkan sinar matahari sebesar mungkin. Untuk keperluan tersebut panel surya digerakkan oleh dua motor pada masing-masing sumbu dan dikontrol menggunakan mikrokontroller. Sistem ini dilengkapi dengan antarmuka pengguna untuk memonitor tingkat pencahayaan matahari, temperatur panel,besarnya arus, tegangan dan status pengisian batere.

3

4. Sistem Kontrol Pergerakan Quadrotor Menggunakan Gerak Tubuh

Quadrotor adalah kendaraan tanpa awak yang terdiri dari empat rotor, dua pasang  rotor  yang  berlawanan  arah, terletak  pada sudut-sudut quadrotor.  Sesuai  dengan  spesifikasinya,  quadrotor  mampu  mengambang  di  udara  serta  melakukan  lepas landas dan  mendarat  secara  vertikal.  Selain  itu,  keempat  rotor memungkinkan quadrotor untuk bergerak dengan enam derajat kebebasan dengan leluasa. Pada banyak aplikasi, pergerakan quadrotor diatur dari stasiun kontrol yang berupa komputer, maupun diatur menggunakan joystick / remote. Namun, kondisi ini mengakibatkan gerak operator yang terbatas, pasif di sebagian besar anggota tubuh, dan berlebihan di pergelangan dan jari-jari tangan. Beban yang tidak merata ini dapat memicu cedera kerja yang dikenal sebagai Repetitive Strain Injury (RSI). Untuk mengatasinya, dibangunlah  prototipe sistem kontrol pergerakan quadrotor menggunakan isyarat gerak tubuh. Fasilitas ini memungkinkan operator bergerak lebih aktif dalam mengontrol pergerakan quadrotor, dan mengurangi kemungkinan cedera kerja akibat pengoperasian joystick / remote  terlalu lama. Sistem ini juga merupakan media pendidikan sistem kontrol yang menarik bagi individu yang cenderung belajar secara kinestetik dibandingkan secara analitik.

4